Oh, beginila rasanya patah hati ? ?
Dadaku sesak, tubuhku lemas, hatiku marah. . .
Ingin sekali aku menanggis meraung-raung atau menjerit sedih. . .
Alangkah tersiksanya perasaan ini. . .
Aku benar2 benci padanya., bahkan. . .ia tidak pernah menyapaku, secuil senyuman saja tidak pernah. . . Bayangkan! ! !
Hatiku trasa d cabik-cabik. Apa salahku? ? ?
Ku ulang-ulang kembali kata2 itu. . .
Padahal dulu ia yang mendekatiku. . Saat aku mulai menyukainya, ia mulai menjauhi aku. . .
Seolah olah aku ini hanya barang y tidak dsukainya. . .
OOOOOOHHH..... Semuanya Hanya Mimpi...^_^
~...Life is an Advanture to the Sky. Bagaikan Melukis Mimpi, Mengejar Mimpi, Meraih Mimpi, dan Kita harus bisa Menyentuh Mimpi Itu. Yakinlah bahwa kita Pasti Bisa!!!...~
Assalamu'alaikum
Senin, Mei 02, 2011
...¤Cinta Dan Motivasi¤... "Awalilah semua niat karena Allah"
Cinta dan motivasi jelas memiliki hubungan yang erat. Cinta adalah motivasi yang paling kuat. Cinta adalah penggerak hati, pikiran, dan tindakan. Seseorang akan merasa tergerak hatinya saat sesuatu yang dicintainya disebutkan. Cinta menggerakan pecinta untuk mencari yang dicintainya.Objek cinta itu begitu banyak. Mereka adalah ujian bagi kita semua. Cinta terhadap lawan jenis, cinta terhadap keluarga, cinta terhadap harta benda, cinta terhadap tanah air, dan cinta terhadap hal-hal lainnya.
Namun tahukah bagi Anda, bahwa cinta itu adalah tawanan?
Cinta Itu Adalah Tawanan
Apa yang dimaksud bahwa cinta itu adalah tawanan? Siapa yang ditawan? Cinta menawan hati. Sebab hati akan tunduk demi mengejar apa yang dicintainya. Banyak sekali orang yang rela melakukan apa pun demi yang dicintainya. “Gunung kan kudaki, lautan akan kusebrangi.” begitu kata syair yang menggambarkan bagaimana hati tertawan oleh cintanya kepada kepada seorang gadis pujaan. Lihatlah… banyak orang yang melakukan segala cara untuk mendapatkan harta dan jabatan. Yang haram dihalalkan, apa pun dilakukan demua cintanya kepada harta dan jabatan.
Cinta selalu menggerakkan hati pada apa yang dia inginkan. Keinginan diri inilah yang disebut dengan hawa nafsu. Sehingga dengan cinta ia menjadikan hatinya sebagai tawanan hawa nafsu, mengikuti apa yang dikatakan hawa nafsu dan menjadikan hawa nafsu dengan pimpinannya dalam hidup. Sehingga masuklah dia ke dalam fintah syahwat, yang menghalangi hatinya dari petunjuk dan rahmat.
Kemerdekaan Itu Datang Dari Tauhid
Tauhid membebaskan hati ini dari tawanan hawa nafsu. Bebas dari tawanan cinta harta, jabatan, popularitas, anak, lawan jenis, dan objek cinta yang berasal dari hawa nafsu. Bukan berarti, kita tidak lagi mencintai mereka. Namun, dengan kehadiran tauhid, maka hawa nafsu sudah bisa ditundukan, sehingga cinta kita tidak lagi hanya digerakan oleh hawa nafsu, tetapi digerakan oleh cinta kita kepada Allah sebagai konsekuensi tauhid.
“Adapun orang-orang yang beriman sangat cintanya kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
Anda akan terbebas dari kesedihan yang tidak perlu. Seseorang yang melakukan hal-hal yang dilarang agama demi cintanya, artinya belum ada tauhid pada dirinya, setidaknya masih sedikit. Orang yang hatinya sudah dipenuhi dengan cinta kepada Allah, tidak mungkin menduakan cintanya dengan sesuatu yang rendah. Tidak mungkin meninggalkan Allah (yang dicintainya) demi cinta kepada selainnya.
Kita boleh mencintai lawan jenis, namun kita tidak akan pernah melakukan yang dilarang seperti mendekati zina bahkan melakukan zina, bunuh diri, durhaka kepada orang tua, dan perbuatan munkar lainnya. Sebab perbuatan-perbuatan tersebut dimurkai oleh cinta sejati kita, yaitu Allah SWT. Begitu juga, cinta kita kepada keluarga, harta, jabatan, dan objek cinta lainnya tidak akan menggerakan kita untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai oleh Allah SWT sebagai cinta sejati kita.
Cinta Itu Suci
Namun tahukah bagi Anda, bahwa cinta itu adalah tawanan?
Cinta Itu Adalah Tawanan
Apa yang dimaksud bahwa cinta itu adalah tawanan? Siapa yang ditawan? Cinta menawan hati. Sebab hati akan tunduk demi mengejar apa yang dicintainya. Banyak sekali orang yang rela melakukan apa pun demi yang dicintainya. “Gunung kan kudaki, lautan akan kusebrangi.” begitu kata syair yang menggambarkan bagaimana hati tertawan oleh cintanya kepada kepada seorang gadis pujaan. Lihatlah… banyak orang yang melakukan segala cara untuk mendapatkan harta dan jabatan. Yang haram dihalalkan, apa pun dilakukan demua cintanya kepada harta dan jabatan.
Cinta selalu menggerakkan hati pada apa yang dia inginkan. Keinginan diri inilah yang disebut dengan hawa nafsu. Sehingga dengan cinta ia menjadikan hatinya sebagai tawanan hawa nafsu, mengikuti apa yang dikatakan hawa nafsu dan menjadikan hawa nafsu dengan pimpinannya dalam hidup. Sehingga masuklah dia ke dalam fintah syahwat, yang menghalangi hatinya dari petunjuk dan rahmat.
Kemerdekaan Itu Datang Dari Tauhid
Tauhid membebaskan hati ini dari tawanan hawa nafsu. Bebas dari tawanan cinta harta, jabatan, popularitas, anak, lawan jenis, dan objek cinta yang berasal dari hawa nafsu. Bukan berarti, kita tidak lagi mencintai mereka. Namun, dengan kehadiran tauhid, maka hawa nafsu sudah bisa ditundukan, sehingga cinta kita tidak lagi hanya digerakan oleh hawa nafsu, tetapi digerakan oleh cinta kita kepada Allah sebagai konsekuensi tauhid.
“Adapun orang-orang yang beriman sangat cintanya kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
Anda akan terbebas dari kesedihan yang tidak perlu. Seseorang yang melakukan hal-hal yang dilarang agama demi cintanya, artinya belum ada tauhid pada dirinya, setidaknya masih sedikit. Orang yang hatinya sudah dipenuhi dengan cinta kepada Allah, tidak mungkin menduakan cintanya dengan sesuatu yang rendah. Tidak mungkin meninggalkan Allah (yang dicintainya) demi cinta kepada selainnya.
Kita boleh mencintai lawan jenis, namun kita tidak akan pernah melakukan yang dilarang seperti mendekati zina bahkan melakukan zina, bunuh diri, durhaka kepada orang tua, dan perbuatan munkar lainnya. Sebab perbuatan-perbuatan tersebut dimurkai oleh cinta sejati kita, yaitu Allah SWT. Begitu juga, cinta kita kepada keluarga, harta, jabatan, dan objek cinta lainnya tidak akan menggerakan kita untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai oleh Allah SWT sebagai cinta sejati kita.
Cinta Itu Suci
...• ~Salam Ukhuwwah Islamiyyah~•...
..*Hari hari dalam hidupku*…
....~aku melangkahkan kaki, berjalan, melihat, mentafsir, jatuh tersungkur lalu bangkit semula kemudian berjalan kembali ke destinasi~….
1.0 DEFINISI
1.1 Ukhuwah merupakan satu sinaran suci yang diserapkan Allah ke dalam hati hamba-hambaNya. Dengan jelas menunjukkan ukhuwah adalah suatu pemberian rabbani yang dialirkan Allah ke dalam hati-hati sanubari hamba-hambaNya.
1.2 Ukhuwah juga merupakan kekuatan iman seseorang yang melahirkan perasaan cinta yang mendalam terhadap sahabatdengan berlemah-lembut dan berkasih-sayang.
1.3 Ukhuwah juga adalah sifat mulazamah (sentiasa wujud) iman dimana tidak sempurna iman tanpa ukhuwah dan tiada ukhuwah tanpa iman, seperti tiada sedekah tanpa takwa dan tiada takwa tanpa sedekah.
2.0 CARA-CARA MENGHIDUPKAN RUH UKHUWAH
2.1 Melakukan segala benda yang menunjukkkan ia benar-benar mengasihinya seperti meanggil ia dengan nama yang baik dan menjauhi perkara-perkara yang dibenci.
Firman Alllah yang bermaksud:-
“Jika kamu belanjakan apa yang di bumi seluruhnya sekalipun nescaya kamu sekali-kali tidak akan dapat dijinakkan di antara hati-hati mereka tetapi Allahlah yang menjinakkan antara hati-hati mereka”
2.2 Apabila berpisah, hendaklah sama-sama mendoakan keselamatan bagi saudaranya ketika ghaibnya.
2.3 Apabila bertemu, hendaklah memaniskan muka di dalam pertemuan itu.
2.4 Apabila bertemu, hendaklah bersegera (mendahulukan) berjabat tangan.
2.5 Hendaklah menziarahi saudara kamu dari masa ke semasa. Ziarah dengan melihat suasana hidup sahabat dari masa ke semasa peningkatan atau penurunan, susah atau senang dan selalu berbincang.
3.0 SYARAT-SYARATNYA
3.1 Hendaklah benar-benar ikhlas kerana Allah, ukhuwah bukan kerana kepentingan peribadi seperti hendakkan pangkat atau harta. Ukhuwah yang tidak ikhlas tidak kekal lama.
3.2 Hendaklah ukhuwah diikat dengan iman dan takwa.
3.3 Hendaklah ukhuwah itu menlazimi di atas manhaj Islam. Oleh itu :-
a) sama-sama menegakkan manhaj Islam (sistem hidup Islam)
b) sama-sama memahami hukum Allah dan kembali kepadanya dalam semua hal
Firman Allah yang bermaksud:-
“Wajiblah kasih sayangKu bagi orang yang berkasih sayang keranaKu dan sering berbincang keranaKu dan berbalas-balas keranaKu”
c) hendaklah benar-benar beriltizam dengan Islam (tidak pura-pura)
d) menghidupkan suasana ingat-mengingati di atas dasar keimanan dan bukan kerana hawa nafsu
e) sama-sama beramal soleh, berpesan dengan kebenaran dan kesabaran
f) beriltizam dengan manaj Al-Quran
g) benar-benar menjadi seorang khalil
3.4 Hendaklah ukhuwah itu didasarakn kepada tolong-menolong semasa senag dan susah (senyum dan nangis bersama).
4.0 HAK-HAK UKHUWAH FILLAH
4.1 Hak jemaah yang kita tinggalkan kepada seluruh manusia yang mengaku beriman kepada Allah SWT iaitu :-
a) memberi salam ketika bertemu
b) menjawab salam
c) menziarahinya ketika sakit
d) mengiringi jenazahnya hingga ke kubur
e) memenuhi jemputan
f) mengucapkan doa ketika bertahmid sesudah bersin
g) baik di dalam pembahagiannya
h) menolongnya ketika dizalimi
i) sentiasa memberi nasihat kepadanya
j) menyelesaikan masalahnya
k) menolongnya memberi kesenangan di dalam kesusahan
l) menutup keaibannya
m) menjauhi dari menghinanya, memarahinya, membuat zalim, dan menyakitinya
4.2 Hak Khassah – iaitu yang kita tunaikan kepada seluruh saudara kita yang sama-sama berjuang di dalam satu saf.
4.3 Haram meninggalkan sahabat lebih daripada 3 hari jika kerana sebab-sebab peribadi. Tetapi jika sebab jemaah menjadi wajib.
4.4 Berkelakuan baik dengan sahabat dalam semua keadaan dan sentiasa mempertahankan sahabat dalam semua hl. Kalau orang mengumpat sahabat belalah ia walaupun umpatan itu benar dan rahsiakan darinya.
Sabda Rasulullah SAW :-
“Tidak halal bagi seseorang muslim meninggalkan saudaranya selama 3 hari”.
Sabda Rasulullah SAW :
“Dan Allah akan menolong hambaNya selagi hamba itu menolong saudaranya”.
....~aku melangkahkan kaki, berjalan, melihat, mentafsir, jatuh tersungkur lalu bangkit semula kemudian berjalan kembali ke destinasi~….
1.0 DEFINISI
1.1 Ukhuwah merupakan satu sinaran suci yang diserapkan Allah ke dalam hati hamba-hambaNya. Dengan jelas menunjukkan ukhuwah adalah suatu pemberian rabbani yang dialirkan Allah ke dalam hati-hati sanubari hamba-hambaNya.
1.2 Ukhuwah juga merupakan kekuatan iman seseorang yang melahirkan perasaan cinta yang mendalam terhadap sahabatdengan berlemah-lembut dan berkasih-sayang.
1.3 Ukhuwah juga adalah sifat mulazamah (sentiasa wujud) iman dimana tidak sempurna iman tanpa ukhuwah dan tiada ukhuwah tanpa iman, seperti tiada sedekah tanpa takwa dan tiada takwa tanpa sedekah.
2.0 CARA-CARA MENGHIDUPKAN RUH UKHUWAH
2.1 Melakukan segala benda yang menunjukkkan ia benar-benar mengasihinya seperti meanggil ia dengan nama yang baik dan menjauhi perkara-perkara yang dibenci.
Firman Alllah yang bermaksud:-
“Jika kamu belanjakan apa yang di bumi seluruhnya sekalipun nescaya kamu sekali-kali tidak akan dapat dijinakkan di antara hati-hati mereka tetapi Allahlah yang menjinakkan antara hati-hati mereka”
2.2 Apabila berpisah, hendaklah sama-sama mendoakan keselamatan bagi saudaranya ketika ghaibnya.
2.3 Apabila bertemu, hendaklah memaniskan muka di dalam pertemuan itu.
2.4 Apabila bertemu, hendaklah bersegera (mendahulukan) berjabat tangan.
2.5 Hendaklah menziarahi saudara kamu dari masa ke semasa. Ziarah dengan melihat suasana hidup sahabat dari masa ke semasa peningkatan atau penurunan, susah atau senang dan selalu berbincang.
3.0 SYARAT-SYARATNYA
3.1 Hendaklah benar-benar ikhlas kerana Allah, ukhuwah bukan kerana kepentingan peribadi seperti hendakkan pangkat atau harta. Ukhuwah yang tidak ikhlas tidak kekal lama.
3.2 Hendaklah ukhuwah diikat dengan iman dan takwa.
3.3 Hendaklah ukhuwah itu menlazimi di atas manhaj Islam. Oleh itu :-
a) sama-sama menegakkan manhaj Islam (sistem hidup Islam)
b) sama-sama memahami hukum Allah dan kembali kepadanya dalam semua hal
Firman Allah yang bermaksud:-
“Wajiblah kasih sayangKu bagi orang yang berkasih sayang keranaKu dan sering berbincang keranaKu dan berbalas-balas keranaKu”
c) hendaklah benar-benar beriltizam dengan Islam (tidak pura-pura)
d) menghidupkan suasana ingat-mengingati di atas dasar keimanan dan bukan kerana hawa nafsu
e) sama-sama beramal soleh, berpesan dengan kebenaran dan kesabaran
f) beriltizam dengan manaj Al-Quran
g) benar-benar menjadi seorang khalil
3.4 Hendaklah ukhuwah itu didasarakn kepada tolong-menolong semasa senag dan susah (senyum dan nangis bersama).
4.0 HAK-HAK UKHUWAH FILLAH
4.1 Hak jemaah yang kita tinggalkan kepada seluruh manusia yang mengaku beriman kepada Allah SWT iaitu :-
a) memberi salam ketika bertemu
b) menjawab salam
c) menziarahinya ketika sakit
d) mengiringi jenazahnya hingga ke kubur
e) memenuhi jemputan
f) mengucapkan doa ketika bertahmid sesudah bersin
g) baik di dalam pembahagiannya
h) menolongnya ketika dizalimi
i) sentiasa memberi nasihat kepadanya
j) menyelesaikan masalahnya
k) menolongnya memberi kesenangan di dalam kesusahan
l) menutup keaibannya
m) menjauhi dari menghinanya, memarahinya, membuat zalim, dan menyakitinya
4.2 Hak Khassah – iaitu yang kita tunaikan kepada seluruh saudara kita yang sama-sama berjuang di dalam satu saf.
4.3 Haram meninggalkan sahabat lebih daripada 3 hari jika kerana sebab-sebab peribadi. Tetapi jika sebab jemaah menjadi wajib.
4.4 Berkelakuan baik dengan sahabat dalam semua keadaan dan sentiasa mempertahankan sahabat dalam semua hl. Kalau orang mengumpat sahabat belalah ia walaupun umpatan itu benar dan rahsiakan darinya.
Sabda Rasulullah SAW :-
“Tidak halal bagi seseorang muslim meninggalkan saudaranya selama 3 hari”.
Sabda Rasulullah SAW :
“Dan Allah akan menolong hambaNya selagi hamba itu menolong saudaranya”.
Langganan:
Komentar (Atom)